Kembali Mengukir Kisah-Tentang Album Waktu Provinsi Maria Bunda Allah Jawa

Spread the love
Rumah Provinsialat Lama Jl. Jambi 20 Surabaya

Goresan peristiwa demi peristiwa tersimpan rapi dalam album waktu, terangkai dalam kenangan yang telah terlewati baik suka maupun duka, jatuh dan bangkit lagi demi sebuah misi suci, dan kini generasi muda pun kembali membuka album waktu… dan menemukan kisah yang hampir memudar bahwa: “ Awal kisah dan misi kita pada 1965, di rumah masa kecil kita di Jl. Jambi 20 masih memiliki pesona misi di era mileniel  dalam balutan spiritualitas Arnoldus Janssen dan semangat Allah Tritunggal…

Para suster SSpS Maria Bunda Allah Jawa, kembali menoreh sejarah di masa pandemic, dengan membuka kembali album sejarah masa lalu yang merupakan tonggak sejarah hadirnya SSpS di Surabaya tepatnya di Jl. Jambi 20 pada tahun 1965. Peristiwa ini dimulai dengan melakukan rekoleksi bersama pada tanggal 12-13 September yang dipimpin oleh Sr. Odilia SSpS (Provinsial), dan dibantu oleh dua dewan Provinsi Sr. Ignata, SSpS dan Sr. Sisilia Andri, SSpS

Dalam rekoleksi dua komunitas Provinsialat dan RKZ Surabaya, diawali dengan membaca kembali sejarah berdirinya Rumah Induk SSpS Provinsi Maria Bunda Allah Jawa tepatnya di Jl. Jambi 2020, yang sempat ditempati oleh beberapa Regional dan Provinsial dari tahun 1965-2016.

“rekoleksi ini merupakan rekoleksi istimewa, dalam rangka  pembongkaran rumah Provinsi lama dan Perpindahan para suster senior ke Batu-Malang” ungkap Sr. Elis melalui pesan WhatsApp”.

Sr. Elsa, SSpS Misionaris asal Jerman

Rekoleksi tersebut ditutup dengan adorasi bersama, dan proses perpindahan para suster senior ke komunitas Syalom Batu-Malang, yang diantar oleh Sr. Odilia, SSpS dan beberapa suster dari komunitas RKZ dan Provinsialat.  Para suster senior tampakbahagia menempati komunitas baru yang didampingi oleh Sr. Florentina, SSpS dan beberapa suster. Hal ini diungkapkan oleh Sr. Elsa, SSpS misionaris asal Jerman, mewakili kelima belas suster senior lainnya ketika dihubungi oleh Tim Infokom, beliau mengatakan: “ saya senang… beliau mengatakan dengan tatapan dan senyum yang bahagia.

Semoga ungkapan senang dan bahagia mereka membuat para suster senior semakin kerasan menempati komunitas baru.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *