Komunitas St. Elisabeth, Blitar

Spread the love

Komunitas St. Elisabeth, Blitar

Pada awalnya bernama Louisa Klienek, milik perkebunan Gondang Tapen. Tahun 1936 para Suster kita masuk dengan pemimpin pertamanya Sr. Incamata, SSpS untuk melayani perawatan dan administrasi sehari-hari, lalu Suster-suster kita menamakannya Elisabeth Kliniek, sesuai dengan pelindung yang dipilih. Kliniek dengan kapasitas 20 tempat tidur itu memang untuk melayani para karyawan perkebunan, dari yang mempunyai kedudukan sampai pekerjaan rendahan. Namun para suster kita tidak berhenti sampai disana, melainkan turun ke kampung-kampung untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Pada zaman perang, tahun 1943-1945, dimana para Suster Belanda diinternir, dua Suster Jerman yang bertugas di rumah sakit ini juga sempat dipenjarakan karena tuduhan membantu mata-mata Belanda. Tetapi syukur, setelah satu minggu mereka dibebaskan dan langsung meneruskan pelayanan perawatan khususnya bagi para korban perang. Kemiskinan yang melanda masyarakat juga menimpa kehiduppan para Suster beserta rumah sakitnya. Air Tajin dijadikan pengganti susu, dan kain gordjin menjadi pakaian bayi.

Pada masa akhir ini, rumah sakit diambil alih oleh pemerintahan Indonesia, karena ditinggalkan begitu saja oleh orang Belanda pemiliknya. Praktis, para Suster menjadi pegawai pemerintah. Memenuhi peraturan pemerintah yang mengharuskan pemakaian nama Indonesia, maka Louisa Kliniek diganti menjadi Budi Rahayu.

Perang memang berakhir, tetapi kemiskinan tidak begtiu saja berakhir. Klimaks terjadi pada saat peristiwa GESTOK, dimana ada pihak tertentu yang ingin mengambil alih rumah sakit. Diperlukan kerja keras disertai kerjasama dengan rahmat Roh Kudus untuk memperoleh hak milik atas rumah sakit. Baru di tahun tujuh puluhan rumah sakit menjadi milik kita yang sah dibawah Yayasan Yosef.

Untuk mengembangkannya masih diperlukan perjuangan lagi, karena tanah yang persis dibelakang bangunan adalah miliktentara. Dengan pendekatan dan negosiasi, akhirnya tanah itu bisa ditukar dengan tanah lain milik kita. Dengan pembelian tanah tambahan di tahun 1990, terbukalah jalan untuk pengembangan.

Tahun 1992, diresmikan paviliun-paviliun serta fasilitas-fasilitas penunjang medis baru yang dibangun dengan bantuan Misserior. Sejak itu, perkembangan RSK Budi Rahayu sangat pesat khususnya dalam melengkapi sarana-prasarana yang dibutuhkan untuk peningkatan pelayanan. Kapasitasnya sekarang 120 tempat tidur. Karena tuntutan Pemerintah, sekarang sedang penambahan gedung Pav. 5 untuk masyarakat yang menggunakan BPJS.

Alamat

Komunitas St. Elisabet
Rumah Sakit Budi Rahayu
Jl. Jendral A. Yani 18
Blitar 66111
Telp. 0342802361