Komunitas St. Theresia, Kesamben

Spread the love

Komunitas St. Theresia, Kesamben

Beberapa tahun yang lalu, mayoritas masyarakat kecamatan Resapombo beragama katolik, hasil baptisan massal yang dilakukan oleh P. Logano, SVD, menyusuli peratuan pemerintah yang mengharuskan setiap warga mempunyai agama. Waktu dibaptis, pengetahuan maupun penghayatan iman mereka masing-masing tidaklah jelas. Tidak jarang, ada yang dibaptis tanpa sempat mendapatkan pelajaran agama sama sekali. Kehidupan keras sebagai buruh-buruh pemetik teh membentuk budaya buruh yang cenderung mencari kesenangan-kesenangan dangkal. Hiburan-hiburan seperti pelacuran dan sejenisnya menjadi budaya dan penghargaan terhadap nilai perkawinanpun rendah. Jadi mereka adalah kaum marginal baik rohani maupun jasmani, dan termasuk pada kelompok sasaran misi kita.

Itulah sebabnya, ketika keuskupan menawarkan dan mendesak SSpS untuk berkarya disana, pimpinan propinsi menyambut baik. Perintisanpun dilakukan dan untuk itu Sr, Rosa bersama para formator memulai dengan program live in bagi Novis dan tahun rohani 1991.

Tanggal 25 Juli 1992, barulah secara resmi SSpS membuka komunitas disana dengan memakai pola live in dimana rumah dibuka untuk tempat berkumpulnya kaum muda desa. Bahkan beberapa anak dijadikan anak asuh dan tinggal di sana. Dengan cara ini diharapkan nilai-nilai spiritualitas bisa dimasukan perlahan-lahan.

Bagaimanapun, pendidikan formal tidak bisa diabaikan. Bekerja sama dengan SMP Katolik Kesamben, dirintislah suatu asrama yang memakai ruangan di SMP itu, dimana-mana anak-anak dari Resapombo bisa melanjutkan sekolah dengan biaya relatif rendah dan mendapat pendidikan Katolik. Rupanya karya itu berkembang terus, dan lahirlah sebuah asrama putri “Taman Kartini” di Kesamben dengan status milik keuskupan, yang diberkati pada tanggal 3 Februari 1997 oleh Rm. Suyatno, Pr, romo Paroki Wlingi. Uluran tangan para dermawan sangat berperan dalam pendirian asrama ini.

Sejak tahun 1997, para Suster bergeser lebih ke arah animasi dan fasilitasi, sehingga Komunitas Resapombo ditinggalkan sedangkan Suster yang bertugas tinggal di komunitas Biara Roh Kudus Blitar. Salah satu program yang dikembangkan adalah pemberdayaan masyarakat, melalui pembentukan kelompok usaha bersama yang bergerak di bidang peternakan cacing, pupuk organik, dan obat-obatan alamiah.

Tahun 1998-sekarang tetap menjadi asrama, yaitu dihuni oleh tiga Sr dan 23 anak asrama.

Alamat

Komunitas St. Theresia
Asrama Kartini
Jl. Ahmad Yani 9 (sebelah barat SMK Pemuda I)
Kesamben – Wllingi
Blitar 66191
Telp. 081555791167