Sejarah Kongregasi

Spread the love

logo ssps“Congregatio Missionalis Servarum Spiritus Sancti”.

Menyadari pentingnya peranan perempuan dalam karya misi, maka Arnoldus pada tgl, 8 Desember 1889 mendirikan Kongregasi Misi Abdi Roh Kudus perempuan bersama-sama dengan dua wanita Jerman, Helena Stollenwerk dan Josepha Stenmanns, di desa kecil Steyl di Belanda. Dia sudah membuka rumah misi pertama di Jerman pada tahun 1875 dan mendirikan Serikat Sabda Allah (SVD).

Para wanita yang datang ke Steyl, yang berharap untuk menjadi misionaris dan mendedikasikan hidup mereka untuk pekerjaan pewartaan iman, melewati waktu yang panjang untuk menunggu sampai kongregasi didirikan. Tujuh tahun bertekun dalam hidup dan kondisi kerja yang sulit merupakan waktu untuk menguji dan mengklarifikasi panggilan mereka sebelum mereka akhirnya mulai kehidupan membiar. Pada tahun 1893 Uskup Roermond menyetujui konstitusi mereka. Pada tanggal 12 Maret 1894 dua belas novis ini mengikrarkan kaul pertama mereka.

Segera setelah pendirian kongregasi, persiapan intensif untuk misi luar negeri mulai digalakkan, terutama dengan studi bahasa, mendirikan kursus pelatihan guru, dan instruksi dalam berbagai hal-hal praktis. Ko-Pendiri, Sr. Maria (Helena Stollenwerk) dan Sr Josepha (Hendrina Stenmanns) dipercayakan dengan tanggung jawab kepemimpinan utama, memperkenalkan anggota baru untuk hidup religius dan menumbuhkan antusiasme mereka untuk kerasulan misi dan komitmen tanpa syarat.

Pada tahun 1895 para suster pertama dikirim ke Argentina; pada tahun 1897 ke Togo, tahun 1899 ke New Guinea, tahun 1901 ke Amerika Serikat dan pada tahun 1902 ke Brasil
Jumlah anggota bertumbuh dengan pesat dan kongregasi mampu membuka misi baru di Cina, Jepang, Jerman, Austria, Filipina, Mozambik, Indonesia, Paraguay dan Polandia. Pada tahun 1946 pendirian baru dilakukan di negara-negara seperti Chili, Inggris, India, Slovakia, Swiss, Australia dan Ghana. Pada tahun 1950 dibuka di Spanyol, Taiwan dan Paraguay. Perempuan-perempuan dari berbagai negara masuk dan kongregasi menjadi lebih internasional.

Setelah Konsili Vatikan II, kongregasi memulai periode pembaharuan mendalam. Spiritual dari Generasi Pendiri diberik ekspresi yang sesuai untuk jaman ini, kehidupan yang lebih berorientasi pada Injil dan karisma misi ditafsirkan dalam terang pemahaman saat ini. Kapitel Umum yang membaharui konstitusi. Spiritualitas Trinitas lebih terlihat sebagai sumber kerasulan misi kami.

Setelah tahun 1980, pendirian baru terjadi di Angola, Botswana, Bolivia, Meksiko, Korea, Portugal, Ukraina, Rusia, Rumania, Ethiopia, Kuba, Zambia, Antigua, Afrika Selatan, Benin, St. Kitts, Moldova.

Saat ini, jumlah kami sekitar 3200 suster dari 48 kebangsaan dan di 51 negara. Bersamaan dengan perayaan syukur 125 tahun Kongregasi, dalam Kapitel Umum 2014 kami diundang untuk lebih memperdalam komunio kita dengan dan dalam Allah Tritunggal. Dengan demikian kita menjadi kabar gembira yang kita wartakan. Roh Allah mendorong kita untuk melakukan pertobatan terus-menerus menuju komunio yang semakin mendalam dengan Allah, sesama dan alam ciptaan. Cerita dan sejarah kami berkelanjutan. Kita diundang untuk memperluas lingkaran kasih. Dengan didayai oleh Roh Kudus kami berbagi Kabar Gembira di tengah-tengah Masyarakat